Wednesday, March 23, 2011

Dua Belas Lima Puluh Lapan Pagi

Dimalam yang sepi,
Suara pemikiran sayup bernyanyi,
Bernyanyi menghiburkan diri,
Meggegarkan tembok hati yang telah mati,
Meratapi kegagalan diri,
Yang dulunya ego bak raja duniawi,
Kini semuanya hanya mimpi,
Menanti esok yang tidak pasti....

0 membulatkan perut: